Arsip untuk Februari, 2009

20
Feb
09

“5 cm, BOOK TOUR – ONE SCHOOL, ONE WRITER”, JREENG JHENG!

“5 cm, BOOK TOUR – ONE SCHOOL, ONE WRITER”, JREENG JHENG!

Oleh : Donny Dhirgantoro

 

Jadi begini ceritanya,…

 

Sebenarnya kejadiannya absurd dan tak disangka. Jadi dulu setelah 5 cm terbit, mulailah saya yang hobi jalan jalan ini bertambah seneng  karena harus promosi’in 5 cm bareng  tim marketing 5 cm  kemana mana. Ditambah, tak disangka juga  bukunya laku. Jadilah saya sampai sekarang masih jalan kemana mana sampai tim marketing saya  cape sendiri, karena  hampir seluruh kota besar di Jawa (terutama tempat makannya) udah saya datengin. Ternyata jalan jalan dan makan makan  itu menyenangkan.

 

Dan pada suatu hari di Bandung, tepatnya di ITB, saya diundang untuk “Bedah Buku 5 cm”. Seperti biasa sambutannya antusias( ciee..). Tanpa saya sadari ternyata baru kali itu saya sadari,  (iyalah!). Banyak sekali pertanyaan selama saya bedah buku hampir di 30 kampus, acara eksibisi  dan sekolah sekolah. Dan inti pertanyaannya semuanya  hampir sama,  kira kira begini:

 

”Mas, sebenernya nerbitin buku atau novel itu gimana caranya yah?”

 

Baru di ITB , saat itu saya sadar, ternyata banyak juga temen temen yang berkeinginan kuat mau jadi penulis. Tak disangka.Ini pertanyaan selalu ada, dan saya baru sadar, memang sih otak saya agak agak punya penyakit  SMS ( short memory syndrome) alias bolot…

 

Jadi saya jawab deh seadanya…

Pertama saya nggak punya koneksi ke penerbit, bingung,  terus nelpon 108… salah sambung,  sampe jumpalitan, lari larian kesana kemari, duit abis,  nelpon gramedia, minta waktu ketemu,  sok pede , bla bla bla.. (nggak! temen temen nggak usah begitu, capek.. sumpah) karena… Cerita di Bandung tadi berlanjut..

 

Sehabis bedah buku di ITB itu , saya ngobrol ngobrol sama moderator saya tadi, namanya Adenita. Dengan malu malu bunga *nggak jelas* (karena dia ngefans sama saya), dia bilang: ” Mas saya punya tulisan?” bisa bantu ke penerbit?

 

Saya langsung jawab … ”Bisa banget!” Coba kamu ceritain sedikit!”

Dan diapun bercerita….tatatattatata…

Jadi Intinya… tentang perjuangan mahasiswa yang pengen bangat kuliah,ditentang, dan akhirnya dia kuliah dengan berhutang, dia hitung sendiri biaya kuliah

(termasuk buku, fotocopy, ongkos angkot, pulsa, pokoknya semuanya sampe recehan gocap gocap, cepe’, dia itung!!) dan ternyata setelah lulus hutangnya wow…..baca sendiri yah..kueweren..

 

Waaa !ternyata ide ceritanya bener bener orisinil dan keren. Sesampainya di Jakarta, langsung saya telfon editor saya di GRASINDO

”mas Bimo  ada cerita bagus mas..!”

 

Beberapa bulan yang lalu novel “ 9 Matahari” pun terbit, ditulis oleh Adenita.

 

Jadi maksudnya begini,:

PERTAMA kalo kamu punya ide cerita yang bagus, fresh, original,nggak boleh nyontek ya DOSA!  Kalo punya koneksi ( saat ini koneksi kamu  adalah saya- Donny Dhirgantoro-ehem!) jangan dikirim lewat pos. Kalo kamu mau   lewat saya aja. Karena…banyak sekali naskah tulisan  yang masuk ke penerbit

(beneran deh saya udah liat!)…kalo mau usaha sendiri boleh boleh aja tapi jangan dikirim ya usahain ketemu dan kamu marketingin tulisan kamu sendiri kenapa bagus..

KEDUA penerbit udah lelah (sampe curhat) baca bacain naskah yang isinya “begitu begitu aja” – kayak sinetron katanya …jadi…intinya penerbit juga mencari ide cerita yang bagus dan original … seperti si Adenita dengan 9 Mataharinya tadi.. .

KETIGA nah ketemu kan maksudnya…

Penerbit cari penulis

Penulis cari penerbit…

 

Oleh karena itu saya dan team Management 5 cm, sekarang sedang menggodok sebuah event ”5 cm BOOK TOUR – ONE SCHOOL , ONE WRITER rencananya kami akan berkeliling ke seluruh kampus dan sekolah sekolah. klab buku, toko buku untuk berkampanye dimana saja  - pokoknya sebuah  “sekolah”-  tempat kamu kamu belajar! Selain bedah buku 5 cm. Dengan beberapa narasumber lain, kami akan memberikan workshop singkat  tentang kiat kiat dan tips tips menulis yang extreme, yang berapi api, yang lain dari biasanya, masalah masalah yang dihadapi penulis dan tulisannya  dan seluk beluk dunia penerbitan sebuah buku. Dan tentu saja intinya mencari penulis penulis baru! Pokoknya kita akan berusaha  menjadikan sebuah mimpi menjadi kenyataan.  ”5 cm BOOK TOUR – ONE SCHOOL, ONE WRITER”, akan mencari penulis penulis dengan ide cerita yang gila, tetapi malu malu mau  kayak si ADENITA tadi ( *piss de!*)

 

Untuk updatenya, Saat ini eventnya masih dalam tahap proposal dan cari cari sponsor… Mimpi besarnya kalo dapet sponsor yang  akan back up sepenuhnya program ini ,kita akan kampanye  ke  seluruh Indonesia. Ditutup dengan “ Napak Tilas jalur 5 cm , Jakarta – Puncak  Mahameru”. ( wow thats big!) – BIG DREAMS! BIG FAITH. BIG FIGHT!

Sekalian minta doanya ya teman teman supaya lancar…Amin.

 

Nah…teman teman, punya ide tulisan yang bagus dan original, keren , fresh, atau GILA!?  Dukung kita! ” 5 cm BOOK TOUR – ONE SCHOOL, ONE WRITER”…  dengan meninggalkan saran/ balasan dan rekomendasi mengenai  kampus/sekolah/event/klab buku/toko/perpustaakan/komunitas (pokoknya tempat kamu kamu  belajar!)  yang bisa kami kunjungi di seluruh INDONESIA…

 

Di kampus/sekolah/event/ kamu mungkin?  Atau punya link ke sponsor (hehehe, bantuin dong!) Ayo. Asik kan! Saya jadinya bisa jalan jalan dan makan makan sama teman teman semua……hehehehe…

 

Dukung kami ”5 cm  BOOK TOUR – ONE SCHOOL, ONE WRITER!”

 

Dipersilahkan …tinggalkan balasan dan  rekomendasinya yaaa…

 

 

 

 

 

 

 

 

16
Feb
09

DONNY DHIRGANTORO oleh DONNY DHIRGANTORO, JHRENG JHENG!

Donny Dhirgantoro oleh  Donny Dhirgantoro, JHRENG JHENG!

Oleh: Donny Dhirgantoro

 

WordPress bilang gue disuruh update kolom about me…karena banyak yang liat liat.. jadi yaa ditulis aja sendiri ya…hehehe..

         

          DONNY DHIRGANTORO, lahir di Jakarta 27 Oktober 1978, menyelesaikan masa putih abu abunya di SMA 6 Jakarta. Meneruskan kuliah di STIE PERBANAS  Jakarta ( sekarang ABFI Institute, Perbanas ) angkatan 1997. Semasa kuliah aktif di  klub fotografi kampus dan Senat Mahasiswa. Pengalaman yang tidak pernah bisa ia lupakan di Senat Mahasiswa adalah sewaktu ia dan teman teman aktivis lainnya  menghidupkan kembali pelatihan aktivis mahasiswa Perbanas (Latihan Kepemimpinan Mahasiswa- LKM ), yang telah beberapa tahun vakum. Di LKM ini ia dan teman meneruskan tradisi pemberian beasiswa bagi aktivis mahasiswa berprestasi, yang dulu ia sendiri sangat menyesal pernah tidak mendapatkannya. Pemberian beasiswa itu masih terus berlanjut sampai sekarang.

          Salah satu kebanggaan lain yang tak terlupakan sewaktu menjadi mahasiswa  adalah pada tahun 1998 ikut “berjuang” bersama teman teman mahasiswa Indonesia menjadi titik kecil berwarna warni yang berteriak lantang,  bergerak sesak memenuhi gedung DPR/MPR.

          Selama masa kuliah selain aktif di kampus, dan menjadi Ketua Karang Taruna RW 06 di lingkungannya, ia  bekerja freelance menjadi Instruktur Outbound Management Training di PT BINA INTI MUDA UTAMA, sebuah perusahaan konsultan sumber daya manusia di Jakarta.

          Donny menyelesaikan kuliahnya pada tahun 2001, dengan skripsi tentang  strategi periklanan dan komunikasi pemasaran. Setelah skripsinya selesai  ia langsung merayakannya dengan  pergi mendaki Mahameru dengan teman temannya untuk merayakan upacara bendera 17 agustus di puncaknya. Sebuah perjalanan yang kelak akan merubah hidupnya.

          Saat bekerja sebagai Trainer/ Instructor SDM  ia mendapatkan banyak sekali pelajaran tentang sumber daya manusia dan pengaplikasiannya di lapangan. Saat pelatihan, ia bertemu dengan masalah masalah yang dihadapi struktur struktur manajerial, benturan benturan antara nilai nilai perusahaan dan nilai nilai individu. Ia sadar pekerjaan ini sangat bermanfaat baginya, walaupun penghasilan yang didapatkan sebagai freelancer tidak tetap.

          Pada tahun 2003 karena tuntutan ekonomi dan keluarga  ia memutuskan untuk bekerja dan berpenghasilan “tetap”. Donny pun  bekerja  di Custodial Services Division Bank Niaga, menjadi bagian dari struktur manajerial. Pada titik ini ia sadar bahwa menjadi karyawan tidak semudah yang ia kira. Apa yang diucapkannya saat menjadi instruktur tentang  aplikasi SDM  tidak mudah untuk diaplikasikan di pekerjaan dengan banyak sekali faktor faktor yang bergerak dinamis  di dalamnya. Pada titik ini ia sadar, memang “mengucapkan memang lebih mudah daripada melakukan”. Walaupun ia sendiri menyadari pekerjaan ini tidak cocok baginya ia memutuskan untuk bertahan, karena banyak hal hal yang bermanfaat yang bisa ia pelajari sebagai seorang karyawan sekaligus membayar omongan omongan sok tahunya  dulu.

          Pada pertengahan 2004 ia memutuskan untuk resign dan kembali menjadi Instruktur Outbound di PT Prima Kompetensi, sebuah perusahaan konsultan SDM di Jakarta. Kembali menjadi freelancer dengan penghasilan tidak tetap, tetapi dengan  ilmu yang berlimpah ruah, dan pernah menjadi pegwai.

          Karena sangat menyukai buku, suatu hari ia bertekad untuk “mengarang” sebuah buku, sebuah novel. Maka hanya dengan bermodal semangat ia mulai menulis dan menulis. Saat itu pekerjaan menjadi instruktur pun sedang tidak terlalu banyak,  maka ia pun menulis setiap hari dan akhirnya selama hampir kurang lebih tiga bulan tulisan itu selesai. Ia memberi judul pada novelnya “5 cm”   sebuah ilham yang ia dapatkan sehabis bangun tidur di pagi hari. “Ilham” yang pastinya terkontaminasi dengan buku buku motivasi novel novel pencerahan yang harus ia lalap untuk keperluan mengajar, serta sebuah perjalanan yang tak terlupakan  17 Agustus di  puncak Mahameru.

          Setelah mencari cari penerbit kesana kemari, pada awal tahun 2005 , ia mengajukan novel itu ke PT Gramedia Widiasarana Indonesia (GRASINDO). “memaksa” mengajukan tulisannya dalam bentuk 3.5 floppy ( dua buah) karena saat itu ia tidak mempunyai uang untuk membuat Hard Copynya sebanyak 400 halaman.

          Setelah hampir kurang lebih 4 – 5 bulan GRASINDO menyatakan setuju untuk menerbitkan novel “aneh” berwarna hitam  yang berjudul “5 cm” ini . Pada tanggal 21 Mei 2005,  5 cm mulai beredar di pasaran,  dan terus dicetak ulang sampai tulisan ini dibuat  - hampir 100 ribu kopi novel ini telah terjual.

          Allhamdulillah ia  pun merasakan anugerah yang tak terkira dari 5 cm. Novel yang “aneh dan innocent” ini ternyata dapat diterima oleh masyarakat. Ia  bisa berpergian hampir ke seluruh kampus kampus dan sekolah sekolah di Jawa dan Sumatera,  dipanggil untuk bedah buku,talkshow dan workshop menulis. Ternyata di hampir 30 kampus,sekolah,toko buku,  klab buku, book fair,  yang ia  kunjungi, ia  merasakan anugerah yang luar biasa dari para pembaca, bahwa 5 cm dapat diterima dan banyak yang bilang bahwa 5 cm telah merubah diri mereka menjadi orang yang lebih baik. Setiap ia mendengar kalimat itu, ia tersadar sendiri, mengerti arti kebahagiaan yang sebenarnya.

          Pada awal 2008 Donny memutuskan melepaskan semua pekerjaannya dan menjalani hidup sebagai penulis. Sebuah keputusan yang telah ia pikirkan masak masak. Sebuah  perjuangan baru terbentang di depannya. Sebuah keputusan yang nekat, karena ia sendiri sadar masih terhitung baru-masih berjalan bertelanjang kaki di dunia tulis menulis.

          Pada akhir 2008, setelah 3 tahun kembali bergerilya mengajukan 5 cm  ke berbagai Production House (PH), Donny menandatangani kontrak dengan SORAYA INTERCINE FILMS, yang berencana akan mengangkat 5 cm ke layar lebar. Di PH  yang telah puluhan tahun berkecimpung di dunia perfilman Indonesia ini kembali ia belajar banyak  tentang arti sebuah idealisme dan industri, dua titik yang  susah sekali untuk dipertemukan. Dua titik yang apabila dipertemukan dan teruji akan menghasilkan sebuah masterpiece. Di filmnya nanti , 5 cm akan berdarah darah mencoba menuju kesana.

          Saat ini Donny sedang mencoba menyelesaikan skenario 5 cm, yang dengan sok tahunya ia sedang mencoba membuatnya sendiri. Di sela sela kebingungan dan kekesalannya  atas ke-“gaptek”-kannya  membuat blog. Donny dengan hati berbunga bunga sedang menyelesaikan  novel keduanya.     Sekarang Donny tinggal bersama seorang Dewi dan Dei (20 bulan) di Cinere,  sebuah hunian sejuk di Selatan Jakarta.

Oleh: Donny Dhirgantoro

Teman teman pernah menulis sesuatu tentang diri teman teman  sendiri? 




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.